Powered By Blogger

Senin, 03 Oktober 2011

Relativitas by Adi Purnomo

Adi Purnomo (biasa disapa Mamo), praktisi arsitek yang lahir di Yogyakarta, menyelesaikan pendidikan formalnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan memperkaya khazanah ber-arsitekturnya di beberapa biro konsultan ini pernah mendapatkan penghargaan utama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk serial ‘rumah urban’ kategori rumah tinggal pada tahun 2002. Pada tahun yang sama juga memperoleh penghargaan arsitek muda dari Ikatan Arsitek Indonesia serta terpilih menjadi tokoh arsitek tahun 2001 oleh majalah Tempo.
“Relativitas” (seperti yang diutarakan penulisnya sendiri dalam Pengantar) merupakan catatan pribadi, suatu kumpulan acak pemikiran dan karya hasil pergelutan dalam praktek arsitek yang telah, sedang dan ingin dijalaninya. Catatan yang memaparkan keinginan sebuah praktek arsitek untuk bergerak di atas cara pandangnya, dalam berbagai skala proyek dan berusaha tetap menjadi bagian dari kenyataan-kenyataan yang sedang bergulir. Mulai dari hal yang kasat mata (terlihat) seperti relatifnya massa bangunan hingga hal yang tidak kasat mata (tak terlihat) seperti cara pandang merancang.
Relativitas? Kata ini dipilih untuk memperlihatkan spektrum yang bisa dilakukan oleh sebuah praktek arsitek. Seringkali arsitek dihadapkan pada sebuah pekerjaan rumah tinggal pada kisaran nilai 100 juta rupiah, namun di tempat lain, nilai tersebut hanya berarti untuk sebuah kitchen set. Kutub-kutub berseberangan ini bisa saja muncul dalam dunia yang sama. Kebenaran ber-arsitektur mendadak menjadi begitu relatif, sebanyak kemungkinan yang bisa ditawarkan. Kenyataan seperti ini menjadikan profesi arsitek bisa menjadi begitu relatif. Arsitek berdiri di atas cara pandangnya masing-masing, hingga pada akhirnya mendapati dirinya pada posisi yang berbeda-beda (dalam menangkap dan memaknai arsitektur itu sendiri).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar