Indonesia saat siang hari terutama di daerah ibukota, Jakarta, amat teramat panas sangat. Ya memang kenyataannya lahan hijau yang digunakan untuk meredakan teriknya sinar matahari pun terpaksa tersingkir karena perkembangan ekonomi yang begitu pesat.. ga bisa ngeliat tanah kosong sedikit, bikin ruko. Tanah kosong lagi, bikin mall. Tanah kosong lagi, bikin perkantoran. Semua itu tidak akan ada hasilnya sama sekali untuk mengatasi global warming..
Tapi akan berbeda jika sebuah bangunan itu diselingi hijau-hijauan yang banyak sehingga bisa mengatasi global warming. Rancangan bangunan dengan konsep kehijauan pun kita katakan sebagai "green architecture"
Arsitektur hijau (green architecture), yaitu Arsitektur yang berwawasan lingkungan dan berlandaskan kepedulian tentang konservasi lingkungan global alami dengan penekanan pada efisiensi energi (energy-efficient), pola berkelanjutan (sustainable) dan pendekatan holistik (holistic approach).
Bangunan yang melandaskan konsep green architecture bisa kita sorot arsitektur indonesia yang satu ini, yaitu mas Adi Purnomo, biasa kita panggil mas MAMO.
Dia memasukkan konsep green architecture pada atap atap yang dibuat taman rerumputan yang biasa disebut "Roof Garden". Tentunya sangat berguna sebagai water proof dan menghijaukan kembali lahan yang sudah dibabat dengan beton.
Bila satu rumah saja menerapkan konsep seperti itu dengan luas roof gardennya kurang lebih 60 m2, bayangkan jika itu diterapkan pada ribuan rumah rakyat mampu.. Kalian pasti tau hasilnya akan seperti apa??...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar